Beriringan

Ada tiga orang berjalan di depanku. Sebagai satu-satunya wanita, aku agak mengambil jarak di belakang. Berjalan lebih perlahan sambil menengok ke arah jalan. Sudah gelap. Semua orang pasti langsung beraktivitas di rumah setelah menyelesaikan shalat tarawih.

Baru beberapa langkah. Salah seorang dari tiga orang itu menunggu dan menyamakan langkahku. Aku tersenyum menengok ke arahnya. Dia berkata sesuatu padaku.

“Kenapa sih selalu jalan di belakang? Kan diminta untuk mendampingi. Artinya jalan di samping, beriringan, bukan di depan, bukan pula di belakang. Ya, Bun?”

Aku mengangguk. [ ]

3 Comments »

  1. r said

    cie2..

    • sandia primeia said

      Cie cie knp lu, Yan? :d

      • r said

        ga knpe2 mpok..
        prikitiw..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.