Ada tiga orang berjalan di depanku. Sebagai satu-satunya wanita, aku agak mengambil jarak di belakang. Berjalan lebih perlahan sambil menengok ke arah jalan. Sudah gelap. Semua orang pasti langsung beraktivitas di rumah setelah menyelesaikan shalat tarawih.
Baru beberapa langkah. Salah seorang dari tiga orang itu menunggu dan menyamakan langkahku. Aku tersenyum menengok ke arahnya. Dia berkata sesuatu padaku.
“Kenapa sih selalu jalan di belakang? Kan diminta untuk mendampingi. Artinya jalan di samping, beriringan, bukan di depan, bukan pula di belakang. Ya, Bun?”
Aku mengangguk. [ ]
r said
cie2..
sandia primeia said
Cie cie knp lu, Yan? :d
r said
ga knpe2 mpok..
prikitiw..