Buah Hati

Siang itu ketika aku sedang akan bayar telepon di Telkom, salah seorang sahabat baikku menghubungiku. Dia meminta doa padaku untuk amanah baru yang akan diembannya. Kupikir dia akan menjadi panitia dalam suatu kegiatan lagi. Mengingat saat dia menghubungiku dia berada di Salman. Agak muncul pikiran usil bahwa dia akan mengisi salah satu kajian di Salman karena menikah di umur 21 tahun dengan posisi belum lulus sarjana kedokteran. Tapi salah. Berita yang disampaikannya jauh luar biasa. Alhamdulillah. Dia hamil.

Senyumku mengembang. Mengucap rasa syukur turut berbahagia atas amanah yang Allah titipkan padanya. Ada sesuatu yang menggelitikku. Hamil di usia 22 tahun. Untuk yang satu ini dia sudah bertambah satu tahun. Hehehe. Rasanya subhanallah. Dengan keadaan masih terpisah dengan suami karena masing-masing harus menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu. Dengan keadaan masih sekolah. Dan dengan keadaan lainnya. Kupikir itu tidak menjadi sebuah halangan.

Apalagi amanah yang akan dititipkan berupa buah hati hasil cinta kasih diantara keduanya. Rasanya aku pun ingin menyegerakan ibadah yang menggenapkan separuh agamaku itu dan berdoa agar dapat memperoleh amanah yang sama. Untuk menjadi seorang ibu. Seorang bunda. A real Bunda. [ ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.