Hari ini hanya sendiri. Kemudian iseng ketika istirahat menonton Star Movie. Menemukan sebuah film unik yang berjudul Ramen Girl. Aku lupa tepatnya itu apa nama filmnya. Tapi kalau tidak salah namanya itu. Film ini membuat agak kesal karena Abby si tokoh utama tidak mau belajar berbahasa Jepang padahal dia tinggal dan kerja di sana.
Hidup Abby seperti kebanyakan gadis US lainnya. Hanya sekedar menjalani bukan mengisinya. Hingga suatu saat dia melihat sebuah kedai ramen di seberang apato-nya dan berniat untuk belajar membuat ramen. Hingga kemudian dalam waktu yang lama dia belajar membuat ramen dengan sensei-nya. Yang dengan gak bangetnya yang satu ngomong Nihongo yang satu ngomong Eigo. Kebayang gak sih?
Yang bikin subhanallah dari film ini menurutku adalah spiritnya. Seishou. Jadi dalam meramu ramen, bagaimana pun tekniknya, yang paling utama adalah emosi yang dituangkan ke dalamnya. Seperti bagaimana hidup. Hingga pada akhirnya, ketika bahasa – yang kusangka menjadi kendala – dalam film itu, tidak menjadi masalah ketika keduanya sama-sama mengerti akan spirit yang harus dituangkan dalam berbuat dan melakukan sesuatu.
Still I have a spirit?
Rahmat SD said
YES, I HAVE!!!