Salah satu hal yang paling saya benci di dunia ini adalah pembohong. Mulai dari hal kecil hingga tentu saja hal yang besar.
Seperti halnya kasus saya dengan Farrel Design yang katanya sih bagus buat undangan. Ternyata non-sense. Sangat tidak profesional dan tidak bisa mempertanggungjawabkan kesalahannya, namun terus menutupnya dengan kebohongan dan kesalahan yang lain.
Farrel ini, berjanji untuk menyelesaikan undangannya selama 3 minggu untuk undangan yang softcover. Namun karena satu dan lain hal, dia meminta waktu hingga 4 minggu. Kami sekeluarga mengiyakan. 4 minggu itu jatuh tempo pada tanggal 20 september lalu. Lalu, tiba-tiba dia meminta untuk diundur sampai tanggal 27 sep. Padahal jelas-jelas sudah tertulis hitam di atas putih kesepakatan tersebut. Ketika akan mengambil tanggal 27, rupanya dia minta waktu untuk diundur sampai tanggal 1 okt.
Kami sudah sangat kesal dengan hal ini. Pasalnya, 1 okt adalah hari Jumat. Padahal kami masih harus mengirim undangan itu ke Kalimantan dan Semarang. Dan dari kedua tempat itu, undangan masih akan disebar. Kami sudah memberitahukan hal ini. Tapi dasar tempat tukang bohong, dia malah tidak peduli atau entah bagaimana, hingga kemudian, dia meng-SMS (tidak sopan ya), bahwa tidak bisa tanggal 1. Dia minta diundur tanggal 2 okt malam.
Kebohongan 2x. Kami mengusahakan untuk tetap tanggal 1, dan Farrel setuju tanggal 1 malam akan diantar langsung ke rumah. Tapi nyatanya saya tunggu hingga jam 10 malam, mereka tetap tidak mengantar undangan itu ke rumah. Dan sampai detik ini, tanggal 2, mereka tidak mengangkat telepon kami dan tidak memberi konfirmasi.
Ternyata tempat undangan ini sangat tidak profesional. Saya dan keluarga sangat kecewa. Padahal waktu sudah sangat mepet dan undangan belum dikirim. Belum lagi dari tempat pengiriman satu, masih akan dikirimkan lagi ke tempat lain. Farrel juga tidak meminta maaf atau memberikan kompensasi apapun atas kesalahan yang dilakukannya sendiri. Ini sungguh tidak bisa ditolerir. Sudah telat, tidak mau menurunkan harga, masih terus telat dengan alasan macam-macam.
Hah … semoga Allah kelak membalas semua ini. Terima kasih atas semua kebohongan ini.
*surat pembaca di koran PR menyusul