Taken from my Facebook’s NOTE:
http://www.facebook.com/note.php?note_id=47838952804&id=1112937686&index=0
My cousin, Dhoni Eko Pribadi, student of Perancis Unpad lent me a film berjudul: PARIS JE T’AIME. Tentang 18 films di beberapa tempat/distrik/arrondissement di Paris. Then I watched it.
First impression. I just can smile. Until I finished it and SMS him: “Undescribe but touchy. Sweet.” Then he replied: “C’est un film magnifique, tres magnifique.”
[Biasanya kalau dia kirim SMS pake Perancis aku nggak ngerti. But this time I do]
Let me share with you all. Beberapa episode di arrondissement yang touchy and sweet.
1. Quais de Seine
Di sini ada percakapan dua orang mahasiswa yang aku sukai:
“You’ve beautiful hair. Why you forced to cover it up?” – boy
“I’m not forced. It was my choice.” – girl
“Too bad. Because you’re very pretty.” – boy
“Thank you, but does that mean that without it I’m ugly? It’s enough that I find myself pretty. When I wear my headscarf, I feel I have a faith. And identity. I feel good. And that’s also beauty.” – girl
[And he felt in love because of that] – ini cuplikan ttg gadis Islam di sana.
2. 14e arrondissement
Cerita ttg seseorang yang travel ke Paris sendirian. Dengan kesendiriannya selama ini dia sangat bahagia. Dan di akhir cerita dia berkata seperti ini: “Sometimes I think that it would be nice to have someone with whom to share this life. For e.g. as I was looking down on Paris from top a skyscraper I wanted to say to someone, ‘It’s beautiful, isn’t it?’”
3. Bastille
Ceritanya ada seorang suami yang hendak menceraikan istrinya. Dia memikirkan banyak kejelekan yang tidak disukainya terhadap istrinya. One day mereka janji bertemu. Tiba-tiba si istri nangis. Suami berpikir bahwa istrinya tau bahwa dia akan diceraikan. Lalu sebuah surat vonis si istri leukeumia keluar. Dan at that moment si suami memutuskan untuk menemani si istri sampai mati dan memutuskan hubungan dengan selingkuhannya. Dan dia menyadari bahwa dia falling in love pada istrinya ketika menemaninya hingga ajalnya.
4. Place Des Fetes
Ini ada cerita orang negro admiring seorang gadis. Intinya dia pengen banget minum kopi berdua sama gadis ini. Sampai suatu saat ada yg stab negro ini dan gadis itu ternyata student yang lagi belajar sama ambulance gitu. Ketika ketemu si negro keukeuh mengingatkan bahwa mereka pernah bertemu dan ingin minum kopi bersama. Dan dg circumstance mengingat semua itu tiba-tiba si negro mati dan gadis itu realized.
5. Place Des Victoires
Ceritanya seorang ibu kehilangan seorang anaknya. Kemudian ingin sekali bertemu dengan anaknya itu. Entah bagaimana dia dipertemukan. Namun tiba-tiba suami dan kakak anak itu memanggil-manggil. Dengan “ikhlas”-nya anak itu bilang, Mom ayah dan brother sudah menunggumu. Anaknya ini ngingetin bahwa masih ada orang-orang yang harus dicintainya dan ya …
6. Loin Du 16e
Cerita ttg seorang ibu yang punya anak bayi trus dia kerja jadi pengasuh bayi lain di kota yang jauh banget dari daerahnya. Sampe naek kereta-bis-kereta-bis, kayaknya jauh banget. Ngerasa apa ya … demi anaknya dia rela mengurus anak lain dan jauh dari anaknya … It made me cried …
7. Faubourg Saint-Denis
Cerita ttg orang buta. Tapi manis dan smart banget ni orang [intermezo :p]. Trus pacarnya itu pemaen drama gitu. Suatu hari ada telepon [kata-kata di teleponny keren, euy, so touchy!] dia kira itu telepon beneran [mutusin gitu-tapi kata2nya bo, keren banget!] dan semua scene episode bersama pacarnya itu berputar lagi … Aduh, bingung ceritainnya. Apa ya … Cowo itu yang biasanya selalu ditanya ‘Can you hear me?’ tiba-tiba bisa melihat! Er … gimana ya jelasinnya. Aku suka cewenya pun cowonya … Ya gitulah! Just watch it! Hmm …
Dan 11 episode lainnya. Di akhir cerita, semuanya tersenyum. Seperti memaknai cinta bagi mereka.
Walau hanya secuplik-secuplik … tapi maknanya … DEEP INSIDE sekali! Tidak dapat digambarkan, undescribeable, tapi meaningful kalau kata aku. Sweet. Thank you, Don!