Menurutku ini bukanlah suatu kebetulan. Tapi seperti sebuah jalan cerita yang sudah disediakan tapi tidak aku sambut sebagaimana normalnya orang yang akan menyambut hal ini apabila ada di posisiku.
Dimulai dari suatu kesempatan bagi diriku di tahun 2007 untuk memenuhi 3 SKS mata kuliah Kerja Praktek di Permigas ini – On Job Training sebutannya. Mulanya aku merasa tertantang untuk bisa menjadikan pengalamanku ini sebagai salah satu batu loncatan bagiku untuk bisa include ke dalam permigas suatu saat nanti dengan memanfaatkan ilmu Mikrobiologi yang aku miliki. Namun setelah aku masuk ke dalam sistem dan mengetahui beberapa hal yang kurang mengena bagi diriku dan juga bahwa ini adalah perusahaan asing – dengan segala hal yang tidak sesuai dengan idealisme, maka aku tidak melanjutkan kembali keinginan untuk melanjutkan bekerja di permigas seperti ini bila aku lulus nanti. Tokoh maya yang aku ciptakan dalam novelku tidak aku lanjutkan.
Setelah 2 ½ bulan di permigas itu, aku kembali ke kampus tercinta dan dihadapkan dengan suatu kewajiban untuk menyelesaikan studiku dengan mengambil mata kuliah Tugas Akhir 1 dan 2. Rasanya ingin sekali melanjutkan minatku di bidang bioremediasi untuk TA ini. Namun ternyata ada rencana lain. Saat itu Mikrobiologi tidak punya proyek bioremediasi yang bisa membiayai TA mahasiswa. Dan sebuah jawaban yang berhubungan dengan Mikrobiologi dan Perminyakan pun muncul. Departemen Teknik Perminyakan ITB menawarkan bantuan dana untuk melaksanakan TA di salah satu institusi privat ITB. Maka aku pun masuk ke sana. Dan tebak proyek apa yang aku kerjakan? Proyek yang berasal dari permigas yang sama dengan ketika aku melaksanakan KP/ OJT beberapa bulan sebelumnya. Then I thought that this company really connected with me.
Maha Besar Allah. Di sela-sela tubuhku yang sering kali terkena flu-batuk, asma, maag, dan thypus, Allah masih memberiku kesempatan untuk lulus tidak tepat waktu seperti yang aku impikan. Kurang dari 4 tahun. Rasanya saat itu tidak cukup rasa bersyukurku pada Allah atas keajaiban itu. Impianku untuk segera melanjutkan S2 menjadi pencapaianku yang berikutnya setelah lulus. Sambil melakukan apply ke sana-sini, aku melanjutkan freelance-ku di institusi Teknik Perminyakan ITB. Pun mengerjakan proyek yang sama pada perusahaan permigas itu plus dengan salah satu permigas di kepulauan seribu. Ah, ya, aku lupa memberi tahu. Tema proyek yang dipegang divisiku adalah MEOR atau Microbial Enhanced Oil Recovery. Teknik peningkatan perolehan minyak bumi dengan bantuan mikroba. Sounds great, rite?
Enam bulan berjalan. Di sela-sela freelance di institusi TM ITB, aku juga mengisi waktuku dengan bekerja sebagai asisten praktikum di Unisba untuk Lab. Mikrobiologi Farmasi. Pun menjadi asisten dosen untuk suatu proyek Pemda Cimahi untuk proyek lingkungan hidup mereka. Jadi secara tidak langsung, ketika aku masih terus berusaha untuk memperoleh beasiswa S2, aku berusaha memenuhi impianku untuk tetep berhubungan dengan lingkungan, minyak, dan mengajar – this one is in my blood, that I love to teach and one day I know that I can be a lecturer. Insya Allah.
Then, after all of my courages and efforts to achieve master scholarship, keadaan berkata lain. Saat itu salah satu temanku – bisa dikatakan teman, meneleponku untuk bergabung dengan salah satu perusahaan kontraktor lingkungan. Memilih antara tetap melanjutkan meng-apply dengan kondisi rejection hampir 8 kali dan bekerja – yang berarti aku harus fokus bekerja dan menyisihkan sementari impianku sejak kecil merupakan pilihan yang sulit. Bahkan setelah istikharah ku lakukan, kedua pilihan itu tetap menjadi pilihan yang sulit. Antara impian dan memenuhi kebutuhan pribadi – mengingat sejak lulus aku berjanji untuk tidak meminta bantuan kedua orang tua lagi. Dengan keadaan rejection yang terlampau banyak dengan biaya yang keluar terus tanpa hasil (belum – Insya Allah), bekerja menjadi salah satu pertimbangan untuk bisa mengembalikan kondisi keuangan tabunganku kembali untuk kembali berusaha mengejar impian beasiswaku kembali.
Then – tanpa disangka-sangka, permigas yang akan menjadi salah satu tempatku belajar dari perusahaan kontraktor ini adalah permigas yang sama ketika aku menjalankan KP/ OJT, sama dengan permigas donor biaya TA aku, sama dengan permigas yang membantu biaya penelitian proyek aku setelah lulus. Can you make some analysis what actually had happened with this bond? Seriously, I still can not. Just because I never want to work there.
Then now, until I get another tender from permigas lain, aku akan belajar banyak hal kembali di permigas ini. Tempat yang tidak pernah mau aku jadikan sebagai lahan pekerjaan aku. Serius. Aku benar-benar tidak ingin bekerja di sini. Tapi kenapa aku terus kembali di sini?
* Pro teman-teman FS yang awam: I never think and never want to work here. Truly. There was a lot of things that made me didn’t want to work here. So FYI, the reason why I always came back to this place is no reason. Because I didn’t know the answer also. And if you think that I want to work here, the first question is, why I didn’t apply to this company after I finished my OJT and all of project that lead me to this company? Definitely cause I don’t have any pasion to be here. So please, don’t think something that unreason. And just give me a courage to keep me feel comfortable in here. Thank you.
* Pro teman-teman yang berharap aku ke sini: You know why I won’t to be here. But thank you for all of your support to keep me comfortable here.
This is not my choice. But this is the choice that will lead me to the best way in the future. I do believe that. Insya Allah. [12.04.09]