Archive for Lovely Moment

Smell After Rain

rainy-windowJust like usual, I always wake up for several times form 1 am, 2 am, 3 am, then I have to take a pray before sahur half hours later. But this time, there is something that not usual, because there is a big rain outside. Company me in the middle of sleepy. Sleepy: watched Star Movie last night, while I waited for someone somewhere out there – deuh, somewhere out there, seems like I have heard that  song since I was child – de javu.

Talking about rain. Then when I go to work, walking, staring, smiling, and wondering [I always wonder for no reason] – I can smell “smell-after-rain” there. Hmm. I think I have wrote it down, about rain, for age. But, I don’t know, I just like to share how nice “smell-after-rain”. Seems like it has a parfume that publish new fragrance in new season. Subhanllah.

More over, how beautiful the rain is, still – I will always love it. One day, I hope and wish and pray, I can enjoy it together. Not alone. One day. Insya Allah. [ ]

Comments (1)

Rasa [1]

Tersenyum. Tidak bisa mengungkapkan perasaan yang terjadi padaku hari ini. Selain hanya bisa tersenyum. Mungkin sebuah rahmat yang diberikan untuk bersyukur. Dan ketika harus menjawab, “Kenapa kamu tersenyum sendiri?” Maka yang hanya bisa aku katakan hanya, “Mungkin ini manifestasi dari alhamdulillah. Apakah masih perlu alasan untuk tersenyum?” [ ]

Leave a Comment

Missing

Missing atau kehilangan adalah salah satu bentuk perasaan yang subhanallah. Tidak semua orang mampu merasakannya. Tidak semua orang mampu menyadarinya. Dan tidak semua orang menemukannya. Seperti halnya aku. Jarang sekali aku merasa kangen dengan seseorang.

 

Jarak merupakan sesuatu yang patut diberi ucapan terima kasih. Karena jarak membantu kita dalam menemukan rasa kehilangan ini. Mungkin tidak semuanya menyadari atau merasakannya. Tapi jarak cukup membantu kita dalam menemukan arti kehilangan ini. Ketika seseorang yang biasanya berada di dekat kita mendadak tidak ada. Secara sosok keberadaan – karena secara komunikasi jarak jadi bukan masalah. Tapi kadang ada perbedaan antara bisa menguhungi orang secara langsung dan tidak.

 

Hingga aku berumur 22 tahun ini, aku jarang sekali meninggalkan kota Bandung. Ya sesekali dalam beberapa pekan. Maksimal 2.5 bulan. Rata-rata 1 minggu. Sehingga hal ini menyebabkan perasaan missing terhadap seseorang yang biasa di dekatku tidak terlalu terasa. Mungkin exception pada Ibu yang dulu tidak bekerja di Bandung, Via yang juga tidak di Bandung sehingga kita sampai harus menyusun jadwal kencan untuk bisa menghabiskan waktu bersama khusus, Arief yang sering kali membuat kejutan, dan beberapa teman dan sahabat lainnya yang datang dan pergi silih berganti menorehkan kenangan dalam secarik kertas kehidupanku. Sungguh subhanallah.

 

Seperti saat ini ketika aku ada di pulau seberang. Perasaan itu jadi jauh lebih kuat. Ada satu yang terlewat, ketika aku akan ke kantor di Jakarta, aku dan Dani saling YM di jalan tol Pasupati menuju Jakarta saat itu. Dani mengetikan lagu Sherina yang paling membuat aku sedih. Mengenai perpisahan dengan sahabat dan seketika aku merasa menitikan air mataku. Di travel! Kejamnya Dani! You owe me, Dan! Hehehe. Dan banyak sekelumit pelepasan, rangkulan, dan pelukan hangat dari teman dan sahabat-sahabat yang membuat aku berterima banyak akan semua yang pernah kita lalui.

 

Dan detik ini, ketik aku membiarkan ke … 6-8 jemariku menari di atas keyboard, I would like to say that I am on missing mode on. Truly. I already miss my Mom, my Sister, my Via, my Rief, my Dian, my Tari, all of my best friends, all of my friends, all of my big family member, and someone that knocked-knocked my heart … just already … just already.

 

Thank you so much, Allah, to always give me beautiful feeling like this. Thank you. [14 March 2009]

Comments (2)

Hujan di Site

Sudah hampir tiga hari berturut-turut ketika aku sedang berada di site sejak waktu off-ku. Sudah hampir tiga hari berturut-turut kegiatan di site menjadi tidak sesibuk biasanya. Sudah hampir tiga hari berturut-turut aku merasa tidak mengerjakan apa-apa di lapangan selain membuat laporan, presentasi, proposal, dan menulis postingan saja. Sudah hampir tiga hari berturut-turut inilah semua terjadi karena hujan mengisi hari-hariku. Dan kini … sudah kesekian harinya aku duduk di mulut pintu sambil menyentuh laptop dan memandang site di luar sana yang sedang diguyur air hujan.

 

Dulu aku takut sekali menyentuh air hujan – mungkin sudah banyak tulisanku di blog ini yang menceritakan hal ini. Sesuatu yang membuatku takut, tapi membuat kecintaanku dan kerinduanku padanya semakin besar. Seperti salah satu kebiasaanku untuk terjaga ketika hujan, kebiasaanku untuk memandang hujan, kebiasaanku untuk mengabadikan moment hujan, dan banyak kebiasaan manis yang ada karena hujan.

 

Hal ini membawaku pada sebuah impian untuk memiliki sebuah rumah yang memiliki ruang terbuka untuk menyambut turunnya hujan ke pelataran bagian dalam rumahku. Dengan gazebo kecil untuk shalat dan beribadah di sebelah kamar tidur, dapur kering, dan ruang keluarga. Di mana gazebo ini akan mengarah pada ruang terbuka tempat sang hujan jatuh di sisi lain rumah yang terbuka. Bagiku, itu adalah salah satu arsitektur rumah impian yang akan aku bangun bila suatu saat nanti membangun keluarga. Hmm … what a view.

 

AH, hubungan tulisanku ini dengan hujan di site. Hmm … apa ya … ya seperti yang sudah dituliskan dalam paragraf pertama di atas. Hal ini, walau kadang menjadi membosankan untuk pekerjaanku – FYI: dalam Safety First, dalam keadaan hujan, pekerjaan ditiadakan – namun terkadang hal ini membuat beberapa memori dan impian dalam benakku muncul keluar dan itu merupakan lovely moment yang subhanallah. J

Leave a Comment

My Own Day

Biasanya setiap ke/ di Balikpapan selalu ada orang di sekelilingku. Tapi hari ini, aku merasa ingin jalan-jalan sendiri seperti kebiasaan aneh aku di Bandung. Untuk hanya sekedar makan sendiri sambil baca buku atau apapun yang bisa dibaca dan menyendiri. Menenangkan diri. Intinya ada masa untuk sendirian.

 

Biasanya juga acara menonton TV tidak bisa dilakukan sering-sering. Dan kali ini karena salah satu Mba kostan aku sedang jaga operasi shift malam, maka aku memuaskan diri dengan nonton National Geography Channel sendiri. Pun Star World. Aduh, kenapa di kampung Senipah itu tidak ada kayak begini sih. Parah. Jadilah menikmati hari sendiri lagi. Menyenangkan. Jalan di tempat perbelanjaan sendiri keliling-keliling. Sebenarnya ingin nyomot sana/i sesuka hati, tapi harus ingat bahwa masih ada 1 bulan ke depan yang harus dibiayai oleh gaji ini. Hehehe. Pun … ah, ada novel M.Crichton yang pengen aku beli tapi kok kali mahal, mahal kali ya … Harus menabung dulu berhubung kemaren memesan pada adik untuk mengirimkan beberapa hal yang gak ada di Balikpapan dan terpaksa harus nyari di Bandung. Apa ya ….

 

Mandi lama-lama, keramas, facial, dan ritual cewek lainnya setelahnya menjadi salah satu hal yang menenangkan hati. Di Senipah? Sepertinya tidak bisa melakukan hal seperti ini mengingat agak risih dengan air yang mengalir di sana. Aduh. Dengan berat hati harus mencari banyak treatment demi menjaga badan agak tidak terkontaminasi, terinfeksi, ter … yah, intinya kehipersensitifan kulit ini perlu dijaga terhadap bahaya laten yang datang selama menggunakan air di Senipah. What a water!

 

Baiklah, kembali pada today is mine. Jadi teringat dengan slogan wisuda ITB deh, “Today is yours”. Heu heu … My lovely campus. Jadi hari ini isinya memanjakan diri, deh. Sebelum besok turun ke lapangan lagi. Hahaha. Face the real world, San! [03.04.09]

Leave a Comment

What does this feeling? [2]

Tgl. 8 Feb ini adalah salah satu tanggal yang aku tunggu-tunggu.

Salah satu sahabat terbaikku akan memberitahukan tanggal suatu moment yang penting dalam hidupnya malam ini setelah tadi siang dilakukan suatu momen yang penting pula dalam hidupnya.

Di satu sisi sahabatku yang lain yang belum mengetahui momeny yang penting dalam kehidupan sahabat terbaik kami (di atas) juga sedang berada di negeri asing.

Mau nulis apa ya? I am happy for her!!! Tapi anehnya lagi-lagi mimpi itu muncul ketika tiba-tiba pagi-pagi kebangun dengan mimpi yang aneh. Jadi gak ya H-1 aku nginep di tempatmu dan menantikan saat-saat … terharu terharu terharu!

God, thank you so much. Giving them all to me :)

Leave a Comment

8 Feb

8 February

Setelah circumstance yang cukup manis selama 7 bulan lebih, aku merasa telah melewati suatu masa ketika aku merasa tersedak, dalam artian bahagia, akan seorang sahabat tersayangku. Hehehe.

Aku bingung mau mengetik apa karena ini bukan hak ku untuk mengetikan hal ini. Tapi yang pasti tanggal ini adalah salah satu momen yang aku tunggu seperti tanggal 25 lalu … (walau aku sedang terbaring) dan menunggu telepon dan mendadak menangis – setidaknya aku menangis di kamar, bukan di Hoka Hoka Bento, hehehe … Yah, intinya … momen ini membuat aku merasa … God, thank you, she becomes a part of my life. Hmm.

Leave a Comment

What does this feeling?

7 Years in …

 

Tiba-tiba ada suatu impuls dalam rangkaian neuron-ku yang melompat-lompat ingin menyampaikan pesan ini pada mulut dan jemariku. Ketika Yasmin tiba-tiba mengganti topik Take Home Test Asia Selatannya dari India menjadi Tibet. Dan entah kenapa angka 7 terangkai dengan kata Tibet, teringat akan sebuah judul film. Kalau tidak salah ada film berjudul seperti itu, 7 years in Tibet. Hehehe.

 

Kemudian aku memikirkan suatu hal. Sudah 7 tahun lebih Allah mengikatkan tali persaudaraan di antara kami. Dan kembali, sebuah kejutan datang padaku. Berhubungan dengan hal 7 tahun ini.

 

Pernahkah Anda merasa ada suatu perasaan lain yang membuncah ketika momen seperti ini?

1. Yasmin kembali berpamitan untuk acara kempingnya. Dan walaupun ini menjadi salah satu ritual dia setiap beberapa bulan sekali, tapi tadi pagi aku berseru pada Ibu, “Mum, adik sudah pergi?” Karena hari ini aku merasa pengen mendadahinya. Entahlah.

2. Beberapa jam lalu, tepatnya tengah malam kemaren, sahabatku meneleponku. Telepon yang sudah aku tunggu-tunggu, mengingat aku mendapat bocoran akan terjadi sesuatu malam itu. Then the call was rang and the discussion began. I was so … apa ya … kaget, bahagia, terharu, hingga ada air mata yang tergenang pada kelopak mataku ketika dia bercerita dengan suara yang masih bergetar di sela-sela batukny. Karena malam itu aku merasa memang akan terjadi sesuatu.

3. Hari ini hal itu semakin jelas. Ketika aku mendengar semua hal yang dia ceritakan padaku semalam dan rasanya, dengan rekaman itu, aku merasa berada di sana bersamanya dan dia. Dan perasaan bahagia itu muncul kembali. Terharu dan hanya bisa melemparkan senyum tanpa tanda “pause” dan memeluknya. Tentu saja seraya berkomentar sana/i setiap kali orang itu berbicara.

4. Invitation dari salah satu sahabat kami dari pukul 2-3 sore ini. Dimulai dengan kalimat yang membuat aku … surprised! “Maaf, nge-pack jaket musim dinginnya lama.”

Ups, musim dingin? Mau ke mana ini? Siapa yang tidak kaget dengan kabar tiba-tiba seperti ini? Ketika kami pikir bahwa sore ini kami hanya akan mengantar dia kembali ke Duri … tapi ternyata dia akan pergi ke England! So I just kinda like of … err … surprised? Err … gak tau, rasanya ya Allah … so this is the time … This is the time that I will really feel the way of … err … melepaskan seorang sahabat pergi? Rasanya berlebihan … tapi … seriously … rasanya kaget sekali. Antara bahagia dan kaget dan terharu dan wow! Hmm, I do not know … ketika dia berpamitan pada keluarganya dan kami (kami bertiga ikut mengantarnya – kami: means he, she, and I – both of his friend) merasa seperti … ketika aku mendadahi Ibu dari bis ketika akan pergi ke Balikpapan. Hmm … what a scene …

temporary time 5. An SMS …

“For all seasons, thx for all of your support until my last minute in bdg before I go to England. It would be not the same if you guys weren’t there. From bottom of my heart I say thank you and wish me to get best result over there.”

And then I am … speechless.

6. “Teh Sansan!”

Di dalam circumstance aku sedang dikejutkan oleh banyak hal, tiba-tiba adik-adik KPA 3 aku muncul … Huhuhu … I really miss it … actually …

7. Kembali mendengarkan confession dia. Dan kembali, merasa … subhanallah ketika selesai mendengar rekaman itu. (Serasa ada di sana).

8. I confess something to her … sejak begitu lamanya aku tidak pernah membawa ini lagi ke permukaan. Dan … yup … I do really thankful of what she said … our discussion as usual … Kami saling berpelukan lagi.

9. Shalat Ashar …

God! Aku tidak bisa menampung semua perasaan entah apa ini sejak tadi malam, pagi ini, siang ini, hingga sore ini. Terlalu banyak perasaan baru yang Engkau berikan dan pertemukan aku. Terlalu banyak yang rasanya tidak bisa aku ungkapkan hingga aku hanya bisa membendung air mata, menitikannya, dan tersenyum pada sahabatku. How wonderful the life is!

10. Kami ber-SMS lagi. Jam 12 malam ini dia take off ke Inggris. Dan I really want to say that … well …

God … ya Allah … thank you … thank you to full fill my heart with this all. With that one, that one, and that one also … for all. Giving me: her, him, and him. And letting me know … how this great feeling come inside my heart … my life …

 

In the end … I pray … for us. Semoga ini akan menjadi lebih dari 7 tahun … until the end of our life. Then let Allah give the last touch. Wahai Allah, leads us always, please …

 

I love you all …

[For both of them ... and today]

[I am sure that I will write something like this every years. Really.] 2 January 2009

Comments (2)

An SMS

An SMS …

 

For all seasons, thx for all of your support until my last minute in bdg before I go to England. It would be not the same if you guys weren’t there. From bottom of my heart I say thank you and wish me to get best result over there.

 

And then I am … speechless.

Leave a Comment

I know love will find a way :)

In a perfect world
One we’ve never known
We would never need
To face the world alone
They can have the world
I’ll create my own
I might not be brave or strong or smart
But somewhere in my secret heart

I know
Love will find a way
Anywhere I go
I’m home
If you are there beside me
Like dark
Turning into day
Some how we’ll come through
Now that I’ve found you
Love will find a way

I was so afraid
Now I’ve realized
Love is never wrong
And so it never dies
There’s a perfect world
Shining in your eyes
But if only they can feel it too
That happiness I feel in you

They know
Love will find a way
Anywhere we go
We’re home
If we are there together
Like dark
Turning into day
Some how we’ll come through
Now that I’ve found you
Love will find a way

I know love will find a way

Episode tercantik di film Lion King II … Hmm … Lovely … :)


Leave a Comment

Put a smile … :)

August 14, 2007 on Internship

Think Before You Say

Today before you think of saying an unkind word
Think of someone who cant speak
Before you complain about the taste of your food
Think of someone who has nothing to eat

Before you complain of not having enough
Think of someone who’s begging on the street
Before you complaint of being ugly
Think of someone who’s actually in the worst of states of life

Before you complain about your husband or wife
Think of someone who’s crying out to God for a companion
Today before you complain about life
Think of someone who went too early to heaven

Before you complain about your children
Think of someone who desires children but they’re barren
Before you argue about your dirty house someone didn’t clean or sweep
Think of the people who are living in the streets

Before whining about the distance you drive
Think of someone who walks the same distance with their feet
And when you are tired and complain about your job
Think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your
job

But before you think of pointing the finger or condemning another
Remember that not one of us are without sin and we all answer to one maker

And when depressing thoughts seem to get you down
Put a smile on your face and thank God you’re alive and still around

Life is a gift
Live it…
Enjoy it…

Celebrate it…
And fulfill it.

Leave a Comment

Light and Night

Night

“Andaikan manusia sungguh merasa nyaman dengan hanya diterangi cahaya bulan dan bintang-bintang, niscaya kita bakal mampu beraktivitas dalam kegelapan dengan gembira.”

Taken from National Geography November 2008

Salah satu hobby-ku saat SMA dan awal masa perkuliahan … dan mungkin hingga akhir TA ketika aku selalu pulang malam; adalah memandang langit malam. Pernah aku ingin sekali masuk ke Astronomi atau bahkan hanya mengoleksi foto-foto galaksi, bintang, langit, tata surya, and all about universe. Ada beberapa moment langit malam yang aku ingat sampai saat ini. Salah satunya:

  • Melihat langit malam bersama kunang-kunang di dekat padang menuju rumah. Dulu ketika masih belum banyak rumah yang dibangun, ada banyak kunang-kunang yang bisa aku temukan ketika pulang malam hari (Maghrib pun sudah ada sepertinya). Dan kunang-kunang itu bagaikan lukisan bintang-bintang di langit. Ketika aku melihat ke bumi, ada cahaya. Begitu pula ketika aku melihat ke langit, ada pula cahaya. What a view!
  • Ketika perpisahan SMA kelas 2 … aku lupa. Kami tidak tidur semalaman dan memandang langit dari loteng di Villa Istana Bunga. Dan sepertinya setiap kali aku (kami) mengingap di villa Bude di Villa Istana Bunga. Kapan kita ke sana lagi, Sepupu?
  • Setiap kali berada di daerah gunung … aku lupa … but aku paling suka keluar kamar dan melihat langit malam.
  • Ketika terjadi shut down di tempat Internship aku dulu dan merahnya api dari flare membakar malam yang bertabur bintang-bintang dan bulan.
  • Setiap melihat atau mendownload foto-foto tentang space dari NG
  • Dan everytime when I see the night sky :)

Lovely. ‘Manis’ mungkin kalau diutarakan dengan bahasaku. Ketika Allah menyodorkan keindahan cahaya-Nya.

Dalam NG Nov 2008 ini, cahaya yang ternyata dibuat oleh manusia, selain memiliki sisi positif, juga memiliki sisi negatif yang dapat menyebabkan polusi cahaya. Salah satu yang membuatku kaget adalah mengacaukan jalur perjalanan penyu dari pantai ke laut, mengecoh dan menjebak burung-burung dengan akibat yang mematikan, dan mati kelelahan.

Disebutkan pula di salah satu sisi beberapa foto: ada kalanya bahwa kegelapan merupakan salah satu sumber daya alam yang perlu dilindungi dan ada kalanya seharusnya kita tidak berpura-pura seakan tidak kehilangan sesuatu.

Pada akhirnya, manusia terjebak oleh polusi cahaya. Hidup dalam cahaya menyilaukan buatan sendiri, kita telah memutuskan hubungan dengan warisan evolusi dan budaya kita, yaitu cahaya bintang dan ritme siang malam. Dalam arti yang sesungguhnya, polusi cahaya telah membutakan kita terhadap tempat kita yang sesungguhnya di alam semesta ini, melupakan ukuran kita yang sebenarnya, yang dapat ditakar dengan membandingkan dimensi sari suatu melam yang pekat dengan gugusan bintang Bimasakti yang melengkung di atas kita.

Pernahkah Anda meluangkan waktu Anda barang 5 detik saja untuk menengok langit malam dan bersyukur bahwa banyak sekali ciptaan Allah yang harus disyukuri dan bahkan … kita masih diciptakan-Nya diantara ke-Subhanallah-an Allah yang lain yang lebih … WAH! [ ]


“When I looked into the night sky , I feel … nothing. I am just … nothing.”

Comments (1)

Obsesi: Menyentuh Hujan dan “Hujan”

Taken from:

http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=40962382804#/

Dan selalu … bila hujan itu mengenai kepalaku dan membasahi sekujur tubuhku … aku akan langsung koleps … entah bagaimana caranya … paling ringan hanya akan pusing, flu, dan batuk. Paling bahaya: asma di tempat.

Dan selalu … walaupun aku sangat menyukai hujan sebagai salah satu moment favoritku, tapi aku agak “susah” menyentuh hujan. Pasti akan terjadi sesuatu. Itu kenapa selain ke-Subhanallah-annya, aku sangat menyukai hujan. Terutama ketika hujan itu rintik-rintik dan bisa kutembus. Manisnya … bila aku berdiri di dekat pohon tanjung di kampus … maka bukan hanya hujan saja yang akan jatuh ke atas kepalaku … tapi juga kembang tanjung berwarna kuning kecil itu dan … hmm … angin. Jangan lupa … wangi tanah setelah hujan pun sangat Subhanallah.

Dan selalu … ketika hujan “manis” itu terjadi, aku akan mengembangkan senyumku lebih lebar. Dan terkadang membuat orang bingung. But this is what I am feeling of. Just because aku gak bisa hujan-hujanan kayak anak di desa, bukan berarti aku tidak tahu bagaimana cara menikmati hujan.

One day … aku ingin punya sebuah gazebo di belakang rumah dan menikmati hujan sambil minum coklat hangat. Hmm … what a scene! :)

[Ketika kemaren kehujanan lagi ... dan hari ini ... dan selalu ...]

Comments (4)

SAWAH!

Perjalananku minggu lalu ke Purbalingga dan Purwokerto sungguh fill up my heart! What a scene! Aaah … pemandangannya Subhanallah! Sawah dan sawah dan sawah … atau kebun dan kebun dan kebun. Belum lagi itu latarnya adalah gunung yang muncul dari balik kabut. [Aku pergi naik bis malam, jadi sampe sana kurang lebih subuh dan masih banyak kabut]. Hijau di sana-sini. Benar-benar subhanallah!

Di sawah bukan hanya para bapak dan ibu tani yang ada di sana. Tapi juga anak-anak yang berbaju pramuka yang berjalan di pematang sawah. Tampak akan sekolah. Itu hari Jumat, jadi pakai seragam Pramuka. FYI: terakhir aku pake baju pramuka itu SD! SMP dan SMA ku tidak punya Pramuka, coba?! What a shamed of fave school. Ya intinya mah, wah, subhanallah lihat pemandangan itu.

Aku pengen nyobain tinggal di kampung! Hmm … hmm …

INFO: Milikilah kamera setiap kali bepergian sehingga bisa mengabadikan seperti apa yang aku ceritakan di atas melalui bukti otentik (?!). Jangan pernah lupa mengecash batre kamera atau batrenya nge-drop (seperti ketika aku di Balikpapan) atau HP yang memiliki kamera ber-pixel lumayan tercebur ke dalam laut. What a shamed! Itu HP kesayangan aku!!! Ehehehe.

Karena tidak punya kamera, maka dalam perjalanan kemaren aku berusaha untuk tidak tidur. Semua yang aku lihat aku tulis di agenda perjalananku. Diary-lah istilahnya mah kalo anak muda mah. Aku harus menikmati semua ini dan mengabadikannya. (I still choose note taking better than blog … ehehehe). Yah mungkin aku tertidur. Tapi kalau pulpen atau spidolku jatuh, pasti aku kebangun lagi. Berhubung bis kan jalannya gitu-gitu. Dan aku nulis di bis.

Well … I can’t write again for tonight. If you want to know … see my note. Hehehe. I just like to write … not type … Ehehehe.

Leave a Comment

What a team!

Tadi malem Opik SMS … ada salah seorang adik kelas kita yang dia temukan berjalan duaan di bawah rintik hujan gerimis di malam hari di bawah satu payung … Ehehehe …

Dia bilang jadi pengen, San. Eh, gak penting, ya?

Dan aku langsung ketawa dan membales. Penting, Spu! (Panggilan untuk Opik = Spupu). Penting banget! Itu romantis! Jadi pengen hehehe …

Dan tadi sebelum rapat OGRINDO, kita berdua membahasnya kembali. Ehehehe … ih, manis ya … hujan aja udah romantis … apalagi scene tadi malem itu … ihihihi …

Well … mebahas sedikit tentang spupuku yang gak banget ini … ihihihi … issue seluruh Mikro dia …

Well, kita mulai bersahabat sejak tingkat 1 … alias TPB. Mulanya panjang banget. Mulai dari Mba Mika, De Dyka, sampai ke Opik ini. Dan takdir mempertemukan kami kembali … ihihihi … kata-katanya … aku, De Dyka, dan Opik masuk Mikrobiologi (Opik sudah di Mikro) aku dan Dyka pindah jurusan …

Setiap kali ada praktikum, dalam satu semesternya pasti aku sekelompok sama spupuku ini. Sampai tingkat akhir … which means … ada dalam 6 semester di Mikro kita sekelompok selama 6 Semester. Plus, kesukaan kita sama … di bidang lingkungan. KP kita di bidang Bioremediasi. Dan TA kita di MEOR – OGRINDO. He shared his story to me and I shared my story to him. And until now we still keep in touch.

Salah satu hal yang aku ingat … Ketika kita kuliah lapangan ke Pangandaran dan aku … ehm … kambuh, spupuku ada bersamaku dengan teman-teman yang lain. And until the end of my Final Assignment, we sometimes hanya berdua di lab. I accompanied him. And always … he accompanied me. What a sweet memory. And until today … yes … what a team!

Ada saat aku pertama kali menonton tanding basketnya bersama Hilda. Ada saatnya kami makan bersama. Ada saatnya dia mendengarkan ceritaku. Ada saatnya dia terlihat lesu dan aku menyemangatinya. Ada saatnya dia menengokku ketika aku sakit. Ada saatnya aku dan dia bergiliran membeli makan untuk TA kami di lab. Ada saatnya dia cerita tentang dirinya. Ada saatnya aku dan Hilda menengoknya ketika sakit. Ada saatnya ketika kami saling SMS dan mengingatkan. Ada saatnya dia selalu mengantarku. Ada saatnya aku dan dia saling meng-cover tugas. Ada saatnya aku meneleponnya. Ada saatnya dan ada saat-saat lainnya … Kita saling mengisi persahabatan diantara kita. Saling. Ya, team adalah ‘saling’.

Hmm … thank you :)

Leave a Comment

Rainy

At last! I have been waiting for rain all over October. And then in the last week of October … there was rain until today. Always a rainy day. Everyday. Sounds like Bandung, rite? Ehehehe. Yup! Bandung is when there is a rainy. When Bandung is dry and hot and … uncomfortable, it is not Bandung at all. Well, maybe called as … ya whatever except my lovely town.
Even I can not touch rain, but rainy and foggy day is one of my lovely weather that I like the most.
Even I will get sick or … [astaghfirullah] asthma, but rainy day is the loveliest and romantic weather. Rainy in the spot. Ehehehe.

If everybody asked me what will I choose between dry season or rainy season, definitely I will choose the second one.

Yup … ITB, flower, rainy day, autumn, falling leaves, and also spring are my favorite things. Romantic and warm feeling. Hmm … thanks God, even I still can see the four seasons out there, but the falling leaves and flowers at ITB also beautiful one, especially after rain. When the smell of wet soil cought by my smell nerve … Hmm … Kono kimochi wa … Subhanallah!

Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.