7 Years in …
Tiba-tiba ada suatu impuls dalam rangkaian neuron-ku yang melompat-lompat ingin menyampaikan pesan ini pada mulut dan jemariku. Ketika Yasmin tiba-tiba mengganti topik Take Home Test Asia Selatannya dari India menjadi Tibet. Dan entah kenapa angka 7 terangkai dengan kata Tibet, teringat akan sebuah judul film. Kalau tidak salah ada film berjudul seperti itu, 7 years in Tibet. Hehehe.
Kemudian aku memikirkan suatu hal. Sudah 7 tahun lebih Allah mengikatkan tali persaudaraan di antara kami. Dan kembali, sebuah kejutan datang padaku. Berhubungan dengan hal 7 tahun ini.
Pernahkah Anda merasa ada suatu perasaan lain yang membuncah ketika momen seperti ini?
1. Yasmin kembali berpamitan untuk acara kempingnya. Dan walaupun ini menjadi salah satu ritual dia setiap beberapa bulan sekali, tapi tadi pagi aku berseru pada Ibu, “Mum, adik sudah pergi?” Karena hari ini aku merasa pengen mendadahinya. Entahlah.
2. Beberapa jam lalu, tepatnya tengah malam kemaren, sahabatku meneleponku. Telepon yang sudah aku tunggu-tunggu, mengingat aku mendapat bocoran akan terjadi sesuatu malam itu. Then the call was rang and the discussion began. I was so … apa ya … kaget, bahagia, terharu, hingga ada air mata yang tergenang pada kelopak mataku ketika dia bercerita dengan suara yang masih bergetar di sela-sela batukny. Karena malam itu aku merasa memang akan terjadi sesuatu.
3. Hari ini hal itu semakin jelas. Ketika aku mendengar semua hal yang dia ceritakan padaku semalam dan rasanya, dengan rekaman itu, aku merasa berada di sana bersamanya dan dia. Dan perasaan bahagia itu muncul kembali. Terharu dan hanya bisa melemparkan senyum tanpa tanda “pause” dan memeluknya. Tentu saja seraya berkomentar sana/i setiap kali orang itu berbicara.
4. Invitation dari salah satu sahabat kami dari pukul 2-3 sore ini. Dimulai dengan kalimat yang membuat aku … surprised! “Maaf, nge-pack jaket musim dinginnya lama.”
Ups, musim dingin? Mau ke mana ini? Siapa yang tidak kaget dengan kabar tiba-tiba seperti ini? Ketika kami pikir bahwa sore ini kami hanya akan mengantar dia kembali ke Duri … tapi ternyata dia akan pergi ke England! So I just kinda like of … err … surprised? Err … gak tau, rasanya ya Allah … so this is the time … This is the time that I will really feel the way of … err … melepaskan seorang sahabat pergi? Rasanya berlebihan … tapi … seriously … rasanya kaget sekali. Antara bahagia dan kaget dan terharu dan wow! Hmm, I do not know … ketika dia berpamitan pada keluarganya dan kami (kami bertiga ikut mengantarnya – kami: means he, she, and I – both of his friend) merasa seperti … ketika aku mendadahi Ibu dari bis ketika akan pergi ke Balikpapan. Hmm … what a scene …
5. An SMS …
“For all seasons, thx for all of your support until my last minute in bdg before I go to England. It would be not the same if you guys weren’t there. From bottom of my heart I say thank you and wish me to get best result over there.”
And then I am … speechless.
6. “Teh Sansan!”
Di dalam circumstance aku sedang dikejutkan oleh banyak hal, tiba-tiba adik-adik KPA 3 aku muncul … Huhuhu … I really miss it … actually …
7. Kembali mendengarkan confession dia. Dan kembali, merasa … subhanallah ketika selesai mendengar rekaman itu. (Serasa ada di sana).
8. I confess something to her … sejak begitu lamanya aku tidak pernah membawa ini lagi ke permukaan. Dan … yup … I do really thankful of what she said … our discussion as usual … Kami saling berpelukan lagi.
9. Shalat Ashar …
God! Aku tidak bisa menampung semua perasaan entah apa ini sejak tadi malam, pagi ini, siang ini, hingga sore ini. Terlalu banyak perasaan baru yang Engkau berikan dan pertemukan aku. Terlalu banyak yang rasanya tidak bisa aku ungkapkan hingga aku hanya bisa membendung air mata, menitikannya, dan tersenyum pada sahabatku. How wonderful the life is!
10. Kami ber-SMS lagi. Jam 12 malam ini dia take off ke Inggris. Dan I really want to say that … well …
God … ya Allah … thank you … thank you to full fill my heart with this all. With that one, that one, and that one also … for all. Giving me: her, him, and him. And letting me know … how this great feeling come inside my heart … my life …
In the end … I pray … for us. Semoga ini akan menjadi lebih dari 7 tahun … until the end of our life. Then let Allah give the last touch. Wahai Allah, leads us always, please …
I love you all …
[For both of them ... and today]
[I am sure that I will write something like this every years. Really.] 2 January 2009