Kamu akan tahu siapa temanmu … sahabatmu yang sesungguhnya bila kamu sedang dalam situasi yang aneh (baca: kamu menjadi dirimu dan itu buruk, kamu punya pengalaman yang buruk, kamu punya dan hidup bersama situasi yang buruk dan kamu tutup-tutupi dan temanmu tahu sisi lain yang lebih ceria di balik kebenaranmu, kamu melakukan kesalahan, kamu … intinya bukan sesuatu yang membahagiakan).
Well. Salah satu pengalamanku. Aku tahu siapa orang yang selama ini ada di sekitarku (bukan dekat denganku karena alasan aku tidak suka menggunakan kata-kata ini pada orang yang main tikam belakang) dan benar, ketika aku berada dalam suatu hal tidak terkontrol, dia akan … away. Tanpa berpikir apa yang terjadi sebenarnya. Dan parahnya, dia akan mengulas semua kesalahan kita di tengah dia tetap tidak tahu kondisi apa yang sedang kita alami ketika kita melakukan kesalahan atau sedang dalam masalah. Well then. Ini sudah kedua kalinya. Dan berharap tidak menemukan orang seperti itu lagi.
It is kinda of … sejak peristiwa pertama terjadi saat … SMP terjadi dan aku kehilangan kepercayaan untuk dekat dengan orang, pada kehidupan ke depannya akan menjadi susah terbuka alias introvert. Dan sayangnya kejadian itu berulang lagi dan ditemukan. Dan sama halnya dengan saat pertama kali, kali kedua ini membuatku semakin … INTROVERT. Astaghfirullah. Kasarnya … dia mengambil kepercayaan dan waktuku dan diriku dan kepercayaanku dan … ya.
But anyway … I don’t care anymore dan terus bersyukur dan bersyukur bahwa aku memiliki sahabat yang sangat sahabat. I will use kata sahabat untuk orang-orang yang sangat subhanallah dan teman bagi komunitasku. Well then … Aku sangat bersyukur aku memiliki sahabat yang sangat sahabat. Ehehehe.
Pesan: SMA menurutku merupakan waktu yang sangat Subhanallah bagi diri kamu. Dan tidak jarang, contohnya aku, memiliki sahabat karib dan akan kamu rasakan bedanya dengan teman lain ketika kamu melewatinya hingga sekarang (baca: untuk kasusku ketika aku sudah lulus … means sudah berapa tahun ya?) Dibandingkan dengan teman kongkow kuliah yang ehm … ya ITB … we know … seperti halnya aku, sepertinya semua orang begitu, yang mungkin menjadi teman dan teman dan mungkin sahabat, tapi tidak akan sama seperti sahabat SMA-mu yang sudah seperti saudara bagimu.
Aku selalu menulis ucapan terima kasih untuk sahabat-sahabat SMA-ku bila menulis paper atau apapun sejenisnya di poin dua terakhir dari bawah.
FYI: cobalah sekali-kali melakukan hal yang tidak biasa di depan temanmu. Dan lihat reaksinya. Ohya, sahabat all around us, SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, tidak bekerja; ALL WE HAVE TO DO IS … pupuklah dan jagalah … WHATEVER will happen. Hanya ada satu pilihan mau atau tidak mau. Bukan suka atau tidak suka atau opsi lainnya. Hubungan ini berdasarkan pada kata SALING bukan individu sendiri-sendiri. SALING … what a word! Ehehehe … Silakan temukan semua kata yang bisa kamu pasangkan dengan kata saling dan kamu akan menemukan dan mensyukuri … what is SAHABAT. Means to me and means to you (she/he).
Dedicated for: Vi (Mengingat kata mendukung menjadi agak “getek”, ya? Ehehehe … dia belum menelepon aku … padahal aku sudah siap memberi wejangan yang sama pada dia. What a life! Ehehehe). Menanti kencan berikutnya bersama kura-kura. Dan semua sahabatku di luar sana … Thank you as always. Itsumo mai do arigatou. [ ]