Spring

)

One of the thing about spring, it’s the season of change. It’s the time that the ice melts. Perhaps, for every flower, it’s quite a burden to wait for the ice melts. But when the time comes it will blooms entirely.

[Autumn to Spring on 08.08.2008]

Advertisements

Comments (2)

Wisata Naik Kereta Murmer

April 2018 lalu adalah liburan musim panas pertama kakak. Kalau di Indonesia, sekolahan libur panjangnya pas libur semester, di sini kira-kira ketika puncak musim panas. Memang cuma buat anak sekolah doang, buat emak bapaknya nggak, huhuhu. Tapi tenang, bisa diatur dan yang penting pekerjaan di lab sudah tuntas.

Nah, di Jepang ini ada tiket kereta murah meriah kalau lagi libur musim panas. Selain musim panas, ada juga buat musim semi dan musim dingin. Nama tiket kereta murah ini adalah seishun 18kippu (dibaca: seishun juhachi kippu) atau juhachi kippu saja. Harganya 11.850 Yen untuk 1 paket yaitu 5 tiket di mana dapat digunakan oleh seorang dalam lima hari, atau lima orang dalam satu hari, atau bisa dipecah-pecah sesuai kebutuhan. Misal kami bertiga (berempat plus adik yang masih gratis karena belum SD) beli 2 paket dipakai pulang pergi yang artinya dari 10 tiket, habis dipakai 6 tiket. Sisanya 4 tiket lagi bagaimana? Bisa dijual kepada orang lain, atau dipakai pada perjalanan berikutnya pada tenggang masa tertulis.

Kenapa disebut murmer?
Sebelumnya perlu diketahui bahwa tiket kereta ini hanya untuk pemakaian kereta biasa. Kalau di Indonesia mah KRL. Bukan kereta limited ekspres, kereta wisata, apalagi kereta shinkansen! Tapi jangan khawatir, lho, karena kereta yang bisa dipakai ada dari utara Jepang sampai selatan Jepang. Dilayani oleh Japan Railway alias JR, semua rute pasti dilewati. Memang jatuhnya akan lamaaaaa sekali. Tapi kalau dinikmati mah pasti menyenangkan dan tidak terasa.

Seperti ini contoh perbandingannya. Jika naik shinkansen, dari kota kami berada di Sendai hingga ke Tokyo hanya dibutuhkan waktu 2,5 jam; bahkan bila naik shinkansen hikari yang tercepat hanya 1,5 jam saja karena tidak berhenti-berhenti di kota besar; namun harganya kurang lebih 12.000 Yen. Kemudian jika naik bis, dengan biaya 4.000-6.000 Yen, dibutuhkan waktu 5-6 jam saja. Nah, kalau pakai kereta JR yang ngeteng berganti kereta di berbagai kota karena jalurnya nggak lurus seperti jalur shinkansen, maka dibutuhkan waktu 9 jam!

IMG_9227.JPG

Ikon Hirosaki

Buat kami yang suka berpetualang naik kereta lewat desa-desa dan melihat pemandangan serta mencoba berbagai jenis kereta, ini seru banget! Alhamdulillah akhirnya setelah merancang rencana, kami kesampaian juga mencoba tiket ini. Kami memutuskan untuk berpetualang ke provinsi paling utara pulau Honshu yaitu Aomori! Sedikit lagi menuju Hokkaido.

Paling mudah memang liburan di taman. Di mana-mana hampir di setiap sudut ada saja taman bermain. Taman kota besar dengan permainan yang kece pun, tidak sulit ditemukan. Sekiranya sudah empat taman kota yang masih belum bosan juga dikunjungi kakak dan adik karena ada permainan ninja wariornya, hihihi. Selain itu juga main di sungai adalah salah satu tempat favorit. Sambil pasang tenda di pinggir sungai, ibu bawa kompor portable, ngampar pakai tiker plastik beli di Daiso 100 Yen saja; sudah bikin anak-anak bahagia banget. Museum juga sudah terjelajahi. Mungkin hampir semua tempat kece di kota Sendai sudah habis dijelajahi satu tahun kemarin. Maka kini kami mencanangkan, “Mari bertualang lebih jauh! Jreng jreng!”

Rezeki banget dari Allah, rencana kami yang ingin ke Aomori saat Nebuta Matsuri terkabulkan! Sensei (guru) teman yang baik hati menawarkan sebuah kamar di rumahnya untuk dijadikan homestay selama 3 hari saat kami berpetualang ke sekitar Aomori! Nebuta Matsuri ini adalah festival yang sangat terkenal di Tohoku, atau mungkin di Jepang. Guru Bahasa Jepang ibu bilang, kalau ke Jepang, sekali saja setidaknya tontonlah Nebuta Matsuri. Apalagi di Aomori banyak tempat wisata.

Akhirnya hari itu pun tiba. Karena kakak lagi keranjingan naik sepeda ke mana-mana, akhirnya kami putuskan naik sepeda ke Sendai Station. Sebelum berangkat kami briefing anak-anak dulu. Bahwa perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang panjang. Kurang lebih akan memakan waktu 10 jam, lebih jauh dari ke Tokyo.

Wah, lama bangedz, Bu! Yoi! Oleh karena itu, untuk perjalanan panjang ini kami sama-sama mempersiapkan apa-apa saja yang harus dibawa. Kira-kira sebagai berikut:

IMG_9425.JPG

Di Warasse Museum

  1. Bekal! Biasanya orang Jepang menyebutnya bento. Kami biasa bawa nasi kepal alias onigiri yang diisi macam-macam. Bawa berbagai jenis gorengan dalam plastik, pokoknya makanan yang tidak gampang basi. Berikutnya adalah cemilan! Pokoknya makanan kudu musti nomor 1 dipersiapkan soalnya bakalan tantangan buat cari makanan halal di lokasi baru.
  2. Baju. Hahaha. Ini cerita paling bodor. Jadi qodarullah perkiraan cuaca saat kami masih di Sendai berubah dengan cuaca ketika kita sampai karena ada badai di selatan saat itu. Jadi yang seharusnya musim panas itu panas bin hareudang karena Aomori di tepi laut, tahunya malah dingiiin! (Asli lebih dingin dibandingkan musim gugur saat ini). Bahkan teman yang tinggal di sana pun kaget dengan perubahan ini. Alhamdulillah tapi karena ada teman bisa pinjam jaket untuk anak-anak.
  3. Buku! Ini buat anak-anak saya penting pisan karena mereka jurig buku pisan.
  4. Nah, karena sudah ancang-ancang perjalanan 10 jam, maka ibu meminjam nintendo dari teman, hahaha. In case mereka bosan. Selain itu tentulah mainan robot-robotan kakak dan si keluarga anpanman punya adik.

Hal lain yang perlu dibriefing-kan kepada anak-anak, terutama kakak yang sudah besar adalah waktu transfer. Kadang ada yang waktu transfernya lama sekitar setengah jam, ada juga yang hanya sebentar. Waktu itu kami kalau tidak salah ada satu stasiun yang waktu transfer kereta hanya 10 menit saja. Jadi setelah turun dari kereta, harus segera lari-lari pindah ke jalur kereta lain yang kudu nyebrang jembatan dulu. Seru pisan! Nah, masya Allah-nya di Jepang ini, detail jadwal itu bisa dilihat di website hyperdia. Asli nggak ada telat 1 menit pun. Sangat akurat.

IMG_9442.JPG

Bercanda di kereta

Perjalanan 10 jam memang terlihat sangat lama. Apalagi setelah tiga hari berpetualang di Aomori mulai dari Hirosaki sampai ke Asamushi. Tapi kereta dari Aomori ke daerah Akita, lalu sebelum ke daerah Iwate, melewati pedesaan dan jenis kursi keretanya adalah yang saling berhadapan, jadi mereka suka duduk ngampar di antara bangku, hahaha. Kalaupun kursinya tipe KRL Jakarta, karena kereta jalur pedesaan, penumpangnya sedikiiit sekali. Sehingga anak-anak bisa berlarian di sepanjang gerbong kereta. Seru-seruan saat memasuki terowongan. Nyanyi-nyanyi sambil makan – di mana ibu dan yanda yang kudu nyapu remahan yang jatuh, hahaha. Pokoknya alhamdulillah selama 10 jam itu dibawa senang. Memang ada saatnya ketika jam pulang kerja dari kota Morioka ke Sendai, penuh sekali dan anak-anak sudah habis energinya dan menjadi rewel. Tapi alhamdulillah setelah ketiduran dan tiba kembali di Sendai, mereka bahagia lagi bahkan kakak masih semangat gowes pulang ke rumah.

Memang 18kippu ini tidak ada children fare. Makanya ketika akan menggunakan, bandingkan terlebih dahulu harga biasa untuk anak dengan 18kippu yang hitungannya perorang adalah 2.370 Yen dalam sehari.

Alhamdulillah dengan budget terbatas kami bisa wisata naik kereta ke utara Jepang. Walau sejak saat itu kakak jadi nggak mau makan onigiri dari konbini lagi (secara yang aman hanya onigiri salmon, hahaha). Insya Allah kalau liburan panjang lagi mau berpetualang ke selatan pakai 18kippu lagi. Selamat berlibur!

Mengingat kembali Agustus 2018,
Oktober 2018

Comments (1)

Media Edukasi Fitrah Seksualitas

Hari ke-5. Materi ke-3. Giliran mba Arlini dan saya sendiri untuk presentasi kali ini. Tema yang kami angkat adalah “Media Edukasi Fitrah Seksualitas”.

Berlatar dari pornografi dan pornoaksi pada anak-anak, suatu lembaga non-profit bernama SEMAI 2045 hadir. SEMAI 2045 itu apa ya?

Tahun 2045 nanti adalah 100 tahun Indonesia merdeka. Tapi merdeka itu apa sih?
Sebuah lembaga non profit yang didirikan oleh Teh Elma Fitriani dan kini diketuai oleh suami Teh Indri (Inday) inimengajak kita untuk melakukan pengasuhan yang baik, benar & menyenangkan. Berlatar dari permasalahan anak-anak yang terjadi terutama dalam hal pornografi dan pornoaksi, maka lembaga ini mengajak kita semua untuk menjadi pahlawan/ HERO bagi anak-anak kita. Mulai dari diri kita!
Gimana caranya? Salah satu yang dikenalkan dari SEMAI adalah lagu “Ini Tubuhku” dan “Sentuhan” (link menyusul). Selain itu tim SEMAI juga share beberapa media seperti untuk menggambar dan buku bacaan. Semuanya lengkap di website semai2045.org.

Memanfaatkan media yang ada di rumah, suami dan saya membuat game yang diadaptasi dari beberapa board game seperti ular tangga, 5pilar, board game boboiboy dan lainnya. Kemudian menyisipkan majic card dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi kali ini.

Berikut cara bermainnya:

1 ular tangga. Menggunakan dadu. Letakan tulisan majic card pada beberapa kotak. Jika dapat menjawab, boleh bermain lagi satu putaran. Jika tidak, diam di tempat.
2 ular tangga tanpa ular dan tangga. Tanpa dadu. Setiap kotak ada pertanyaan. Jika benar, maju 1 langkah; salah, mundur 1 langkah.

Ataaauuu untuk anak lebih besar, seperti kartu boboiboy berikut: Pada kartu pertanyaan, tulisan jika benar, kamu maju 3 langkah dan mendapat pahala 1; jika salah, kamu mundur 1 langkah dan tidak mendapat apa2. Bilang tidak tau atau tidak mau menerima tantangan, diam di tempat. Pemenang adalah yang sampai lbh awal atau pahala paling banyak.

Mengajarkan matematika, mengambil keputusan & strategi juga selain belajar materi.

Well, edukasi tidak harus selalu serius, tapi bisa menyenangkan sambil bermain dengan anak. Selamatkan gEnerasi EMas IndonesIA!

Leave a Comment

Kekerasan Seksual pada Anak-anak

Hari ke-4. Materi ke-2 disampaikan oleh mba Angie, mba Dede & mba Indri. Temanya tentang kekerasan seksual pada anak-anak.

Mengangakat kisah seorang teman yang mengalami hal dengan tema ini, maka menanamkan pendidikan mengenai fitrah seksualitas merupakan informasi penting yang perlu didapatkan oleh anak. Sebagai bagian dari pola asuh yang baik, orang tua perlu terlibat dalam pendidikan anak, termasuk memberikan pemahaman dan berdiskusi secara terbuka dengan Si Kecil tentang fitrah seksual pada anak.

Anak perlu memahami dan mengenali tubuhnya sejak dini. Selain untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya, upaya itu juga untuk melindungi anak dari kejahatan seksual. Jika dilakukan dengan tepat, pendidikan fitrah seksualitas ini justru akan memperluas pemahaman dan menjadi dasar anak untuk mengambil keputusan seputar seksualitas di masa yang akan datang. Dan ketika ternyata (inalillahi) sudah mengetahui bahwa anak telah menjadi korban pelecehan/kekerasan seksual, maka orang tua harus bisa mengontrol diri supaya anak tidak semakin terpuruk. Berikut beberapa cara menyikapi pelecehan seksual pada anak:

– *Ajak anak untuk berbicara*

Bila melihat anak dalam kondisi tertekan, ajak anak untuk berbicara. Biasanya anak akan bercerita untuk melihat reaksi orang tua terhadap kejadian yang mereka alami. Ketika anak sudah mulai bercerita, usahakan untuk tetap tenang dan dengarkanlah dengan cermat. Jangan menyalahkan atau menyela perkataan anak, sebab hal ini dapat mencegah anak untuk bercerita lebih lanjut.

– *Berikan waktu*

Tidak semua anak dapat menceritakan kejadian buruk ini dalam waktu yang cepat. Jika anak belum siap untuk bercerita, berikanlah anak waktu agar ia dapat menenangkan diri dan tunggulah sampai anak siap untuk bercerita.
– *Berikan dukungan*

Dukungan dapat Anda berikan dengan memercayai seluruh perkataan anak dan yakinkan mereka bahwa apa yang terjadi bukan kesalahan mereka. Jelaskan bahwa menceritakan kejadian itu kepada Anda merupakan tindakan yang tepat.

Pelecehan/kekerasan seksual pada anak adalah tindakan yang melanggar hukum. Jika mencurigai anak menjadi korban pelecehan seksual, orangtua bisa meminta bantuan dokter atau konselor untuk menelusuri lebih lanjut kondisi anak. Jika anak terindikasi kuat mengalami pelecehan seksual, orangtua perlu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait, seperti kepolisian dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), untuk mendapatkan penanganan secara hukum. Itulah peran kita sebagai masyarakat agar tindak kejahatan ini bisa semakin ditekan penurunan nya. Dan terakhir, WASPADA.. WASPADA..

Leave a Comment

Mengenalkan pendidikan seks pada anak di negeri minoritas muslim

#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#FitrahSeksualitas
Hari ke-3. Masih dengan materi yang disampaikan oleh mba Gita dan mba Anggie yang super lengkap! Kali ini tentang mengenalkan pendidikan seks pada anak di negeri minoritas muslim. Pas banget! Kebetulan mba Gita dan saya sedang tinggal di Jepang saat ini. Berikut pemaparan dari presenter pertama Kelas Bunsay Batch 3 LN ini:
Berbagi cerita tentang kakak yang sekolah di SD Kunimi (Kunimi Shougakko), Aoba-ku, Sendai-shi, Miyagi-ken (lengkap!). Alhamdulillah sekolah ini sangat menghargai keberagaman. Salah satunya karena sekolah ini ada di zona dormitori internasional! Selain dari adanya guru internasional dan makanan halal (ingin menulis tentang ini suatu hari nanti), sekolah ini juga menghargai penggunaan jilbab bagi siswa perempuan.
Ketika waktu berganti baju olahraga dan pelajaran berenang, siswa diizinkan berganti terpisah di ruang kesehatan (tempat pada shalat juga ini – atau di ruang internasional) sehingga tidak bercampur. Pakaian olahraga yang ada 2 jenis, pendek dan panjang, juga diperbolehkan memilih. Misal musim panas pada pakai yang pendek, anak-anak muslim dan yang pengen atau alergi, bebas memakai yang panjang.
Di sekolah juga kasus bully (ijime) sekecil apapun walaupun verbal dan apalagi yang menyangkut harassment ya, pasti langsung ditindak.
Masya Allah, bersyukur sekali kakak bisa berada di sekolah yang sangat menghargai keberagaman dan menganut nilai-nilai kebaikan di tengah negara minoritas muslim.

Leave a Comment

Pendidikan seks dalam Perspektif Islam

#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#FitrahSeksualitas
Hari ke-2. Masih membahas pemaparan yang disampaikan mba Gita dan mba Anggie kemarin, selanjutnya adalah mengenai pendidikan seks dalam perspektif Islam.
Lengkap sekali materi yang disampaikan! Saya tidak tambahkan apa-apa untuk materi ini karena sudah ciamik 😀 Semoga bisa disampaikan dengan bahasa yang kece pada anak-anak. Bismillaaah!

Leave a Comment

Mengenalkan Fitrah Seksualitas Pada Anak

#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#FitrahSeksualitas

Hari ke-1. Masya Allah tema dan tantangan kali ini sungguh menantang. Apalagi buat kami pada anggota Bunsay Batch 3 Luar Negeri yang tinggal di negeri minoritas. Berikut saya langsung tulis saja apa yang sudah disampaikan oleh mba Gita dan mba Anggie yang kece sebagai presenter pertama dalam tantangan ini.

   

Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas

Usia 0 -2 tahun: Dekatkan anak dengan ibunya. Pada usia 0-2 tahun, anak masih menyusu pada ibunya. Menyusui adalah pondasi penguatan konsepsi semua fitrah.

Usia 3-6 tahun: Pada tahapan ini penguatan konsepsi gender dengan penggambaran positif gender masing-masing. Anak laki-laki dan perempuan harus didekatkan dengan kedua orang tuanya. Indikator pada tahapan ini adalah anak dapat menyebutkan dengan jelas dan bangga dengan gendernya di usia tiga tahun.

Usia 7-10 tahun: Penyadaran potensi gender dengan aktivitas yang relevan dan beragam sesuai gendernya. Ayah mengajak anak laki-laki berperan dan beraktivitas sebagai laki-laki di kehidupan sosialnya. Termasuk menjelaskan tentang mimpi basah, fungsi sperma, dll. Ibu mengajak anak perempuan beraktivitas sebagai perempuan di kehidupan sosialnya. Dijelaskan tentang menstruasi, dll. Indikator pada tahap ini, anak laki-laki mengagumi ayahnya dan anak perempuan mengagumi ibunya.

Usia 11-14 tahun (pre aqil baligh): Tahap pengujian eksistensi melalui ujian di kehidupan nyata. Anak laki-laki didekatkan dengan ibunya dan memahami cara pandang perempuan (ibunya). Anak perempuan didekatkan dengan ayahnya dan memahami cara pandang laki-laki (ayahnya). Indikator pada tahapan ini adalah persiapan dan keinginan menjadi ayah bagi anak laki-laki dan menjadi ibu bagi anak perempuan.

Usia 15 tahun (aqil baligh): Penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga berperan keayahbundaan. Pada tahapan ini anak sudah dibebani beban syariah, dan berubah stastusnya menjadi mitra orang tua. Anak sudah siap berperan sebagai ayah dan bunda sejati.

Bersambung 🙂

Leave a Comment

Main rumah-rumahan

Hari ke-10. Apato kami alhamdulillah cukup luas dengan 3 kamar tidur. Setiap kamar, seperti apato Jepang pada umumnya memiliki kloset besar. Biasanya tempat nyimpen baju dan lain-lain di lantai atas, dan di lantai bawah untuk tempat futon dan perlengkapannya. Kebayangkah kloset ini? Seperti tempat tidur Doraemon di dalam lemari itu, lho!

Nah, anak-anak juga suka pisan main di dalam kloset sambil mendongeng sendiri seolah-olah menjadi tokoh buatan mereka. Entah kenapa lagi suka sama jenis-jenis obake anak-anak teh. Obake itu bahasa Jepangnya hantu. Pasti tau macam jenis hantu lucu Jepang kalau baca komik, anime atau seangkatan baca buku “Hantu di Sekolah” zaman SD dulu (saya tua mungkin, haha). Nah, kurang lebih begitu.

Jadi bukan sembarang main rumah-rumahan. Tapi kakak bikin latar dan narasinya sendiri sesuai apa yang ada di kepalanya. 

Luar biasa lihat anak-anak mengarang cerita sendiri begitu, hihi.

Leave a Comment

Older Posts »