NHW1: Adab Menuntut Ilmu

Nice Homework 1

Adab Menuntut Ilmu

Sejak April lalu, saya mendapat amanah baru untuk menjadi mahasiswa doctoral di Tohoku University. Kami sekeluarga berangkat bersama ke sini dengan misi yang sama seperti sebelumnya untuk selalu bersama dalam pola pengasuhan anak. Bagi kami, bagi saya pada khususnya, mengasuh anak berdua adalah jalan terbaik bagi kami. Karena sebelumnya kami memiliki latar belakang pola pengasuhan yang berbeda, maka kami ingin keluarga kecil kami ini bisa belajar, menuntut ilmu – pola pengasuhan yang, insya Allah, lebih baik. Wallahualam.

Jika ditanya satu jurusan ilmu yang ingin ditekuni di universitas kehidupan melalui IIP ini, saya tidak akan menjawab jurusan program studi saya di sini. Bagi kami, pencapaian pendidikan adalah hal yang, mungkin, akan lebih dapat dicapai dan diperoleh dibandingkan dengan “pendidikan“ akhlak. Maka jurusan ilmu yang ingin sekali saya tekuni adalah kesabaran (dan manajemen). Sabar di sini cakupannya sangat luas. Mulai dari sabar terhadap ruang lingkup diri sendiri, pasangan, parenting, keluarga, hingga dalam kehidupan social.

Saya masih penasaran sampai saat ini, kenapa kita bisa lebih bersabar dalam menghadapi kehidupan di luar rumah dibandingkan dengan manghadapi anak-anak dan suami, dan terutama “deal“ dengan diri sendiri. Saya kadang bertanya-tanya, mengapa saya diberikan isi otak yang complicated dan demanding sehingga menginginkan banyak pencapaian. Kenapa tidak isi otak yang sederhana saja? Mungkin dengan ilmu sabar, saya akan bisa me-manage segala hal dengan lebih baik.

Dari sedikit pemaparan di atas, alasan terkuat saya adalah kebahagiaan dunia dan akhirat. Alasan terkuat saya adalah ridho suami dan ridho ibu. Alasan terkuat saya adalah kasih sayang anak-anak. Tiada lain semuanya adalah demi keluarga. Terutama ketika saya memperoleh amanah baru ini, saya merasa sumbu sabar saya memendek. Berkenaan dengan hal tersebut, strategi yang saya rencanakan bersama suami adalah saling mengingatkan dan terus berusaha menjadi lebih baik. Klise memang. Tapi di negeri ini, di mana kami benar-benar hanya berempat, membuat kami saling bergandengan tangan lebih erat. Walaupun memang di Indonesia pun kami menjalani kehidupan yang hampir sama dengan di sini di mana jauh dari sanak keluarga dan semuanya beraktivitas di luar rumah pada jam kerja, termasuk anak-anak; tapi di sini tantangannya lebih berat. Terutama karena saat ini, kasarnya, kami bukan memperoleh pemasukan dari keringat sendiri, melainkan mengandalkan beasiswa. Dan lingkungannya benar-benar baru bagi kami semua. Maka ilmu sabar dan ilmu time management sangatlah penting bagi kami.

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap yang tentunya akan saya perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut adalah menjaga emosi (dan mood) serta belajar menerima. Lebih belajar menerima. Saya rasa, ilmu sabar itu diawali dengan menerima – dalam hal apapun. Jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diingkan atau diharapkan, secara teori, belajar menerima adalah salah satu jalan. Tentunya dengan tetap cross check dan bersikap kritis adalah hal yang penting ketika menerima sesuatu. Namun output-nya jangan serta merta menolak, tapi harus didiskusikan bersama dan mencari jalan keluar bersama; bukan sendiri-sendiri. Kan, orang tua itu berdua. Bukan hanya ibu.

Pada akhirnya, ketika hal “menuntut ilmu baru“ ini dilakukan, saya berharap, saya – kami, dapat memberikan contoh yang baik bagi anak-anak. Bukan hanya melalui teori belaka, tapi dari perilaku yang muncul karena habit, kebiasaan, bukan karena diada-adakan. Dan tentunya, ketika mampu menjaga emosi, ilmu ini akan lebih mudah diterapkan bersama. [ ]

Sendai, 2017/05/19

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: