NHW#9: Bunda sebagai Agen Perubahan

Tidak pernah sekalipun kedua orang tua saya melarang saya untuk kembali ke rumah ketika saat itu saya memutuskan untuk di rumah dulu setelah melahirkan anak pertama. Saat itu saya baru saja sidang Magister dan revisi ketika akhirnya melahirkan Rafa. Tidak ada niat untuk kembali bekerja ke lapangan. Tidak ada hal lain yang saya pikirkan kecuali merawat anak saya sendiri.

Masa lalu yang traumatis membuat saya takut memiliki asisten rumah tangga sehingga “di rumah” menjadi keharusan, bukan pilihan. Ketika keluarga besar, tetangga-tetangga, dan teman mempertanyakan ngapain lulusan S2 diam di rumah, kedua orang tua saya tidak menanyakan hal itu sama sekali. Mereka hanya bertanya, kalau kamu kerja, Rafa sama siapa? Saya yakin ada waktunya ketika saya akan kembali ke luar. Dan ketika waktunya tiba, saya sudah harus punya supporting system yang kece bagi kami sekeluarga.

Bukan karena perempuan maka saya setuju dengan jargon ini, bahwa “Mendidik satu perempuan sama dengan mendidik satu generasi.” Why? Karena madrasah pertama seorang anak adalah ibunya. Harusnya mah para perempuan itu sekolah yang tinggi karena akan mendidik anaknya; bukan hanya sekedar urusan apa sih dulu itu, dapur kasur dan sumur? Lupa saya. Jadi saya mah setuju sekali perempuan sekolah setinggi-tingginya. Akhirnya akan di rumah atau bekerja, itu mah urusan masing-masing keluarga da setiap keluarga punya kondisi masing-masing. Tapi yang utama adalah berpendidikan!

Dengan berpendidikan, saya yakin kita jadi punya keinginan, apa yang ingin dicapai, passion, si tujuan greget yang ingin dicapai. Kalau kita mengerjakan sesuai dengan passion itu, saya pikir rasa empati kita akan tumbuh. Semakin banyak hal yang dipelajari, insya Allah jadi semakin kita “ngeh” dengan keadaan sekitar. Kalau sudah begitu, berdasarkan ilmu dalam IIP:

Passion + emphaty = social venture.

Apaan sih social venture? Dalam Materi IIP, disebutkan bahwa keadaan ini dibuat untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan social yang berkelajutan. WOW! Berat juga ternyata kandungan makna di dalamnya. Dulu pertama saya kenal sustainability karena mengambil mata kuliah itu. Saat itu si sustainability alias bekelanjutan ini dibentuk dari segitiga ekonomi-sosial-lingkungan; dan saya ingin mengambil peran dari sisi lingkungan. Dengan bantuan mikroorganisme yang kece.

Mengenai apakah passion duluan atau empati duluan yang datang, saya pikir bisa salah satunya bergantian atau keduanya. Untuk saya, saya mengejar passion saya karena saya suka kemudian jadi melihat berbagai masalah yang bisa diselesaikan melalui ilmu saya. Atau mungkin sebaliknya, melihat masalah yang ada kemudian mendalami passion saya. Keduanya tidak masalah. Mungkin bisa dijabarkan seperti berikut:

Minat Hobi Ketertarikan Skill, hard, soft Isu sosial Masyarakat Ide sosial
Membaca

Meneliti

Berbagi ilmu melalui pengajaran

Senang memperoleh input baru, senang note taking Sejak kuliah dan mengenal bakteri, saya selalu berpikir untuk bisa memanfaatkan si kecil satu ini menjadi sesuatu yang besar. Banyaknya manfaat microorganism sel tunggal ini dalam bidang makanan, kesehatan, lingkungan, dan industry; membuat saya ingin berperan melalui cara yang lain. Diamanahi bergerak di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi membuat saya perlahan belajar bukan hanya sekedar meneliti namun juga bisa dibagi dan dimanfaatkan. Sebaik-baiknya adalah yang bermanfaat. Karena saya ingin bisa lebih focus dengan rumah, saya ingin sekali mempunya jasa konsultan jasa lingkungan yang berbasis bioteknologi.
Senang story telling dengan anak-anak dan berbagi ilmu Bercerita pada anak-anak Mengisi acara anak-anak dan bercerita untuk menghibur mereka Selain itu, saya juga ingin bisa punya TK atau daycare sehingga bisa tetap dekat dengan anak-anak.

Mungkin passion saya yang senang membaca, membawa saya untuk terus banyak mempelajari banyak teori, salah satunya dengan kelas IIP ini. Dari beberapa jurnal dan pelatihan yang saya ikuti, dan juga diskusi-diskusi di ITBMH, membuat saya tidak mau ketinggalan. Lalu dari banyak teori itu bagaimana? Tentunya setelah dikaji mana yang cocok dengan keadaan kami, kami laksanakan. Kami berkomitmen untuk tidak mengikuti saja apa kata orang tua dulu, semua harus ada dasarnya. Dan di sinilah kami setelah tujuh tahun ini mempraktekan banyak hal dari apa yang kami pelajari dan dengan adanya mereka dan tantangan yang kami hadapi, passion untuk terus belajar dan empati dengan keadaan yang dinamis, membuat kami menjadi sekarang ini.Dalam ranah pendidikan di luar rumah, hal itu rasanya kok sangat ingin dicapai sampai-sampai saya ada di tahap doctoral seperti ini. Tapi untuk ranah di dalam keluarga kecil kami bagaimana? Saya tentunya tidak mau kalah dari ibu-ibu lain yang mampu membuatkan kurikulum bagi anak-anaknya. Apalagi saya senang sekali membacakan buku dan ber-story telling pada anak-anak. Bergabung dengan ITB Motherhood sejak menikah dulu, hingga kemudian berkenalan dengan SEMAI dan Yayasan Kita dan Buah Hati dari teman-teman semasa kuliah membuat saya jadi terpacu untuk banyak belajar parenting dan dual parenting bersama suami. Baik ketika saya di rumah selama tiga tahun, hingga kemudian kembali ke luar rumah tiga tahun belakangan ini.

Semoga dari ini semua, kami mampu memberi manfaat sosial dengan baik, di dalam keluarga terutama, dan di lingkungan. Sebagai seorang ibu, saya ingin menjadi agen perubahan melalui rumah, juga berperan aktif di daycare (ketika dulu di Indonesia, dan berharap juga di sini) dan juga melalui bidang profesional saya sebagai peneliti/ perekayasa. Dan semua itu diawali dengan belajar dari hal apapun 😊 Never stop learning!

“Dan sebaik-baiknya ilmu adalah yang bermanfaat!”

 

Advertisements

1 Comment »

  1. […] Kemudian saya membaca blog Mbak SanSan (https://sandiaprimeia.wordpress.com). […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: